Apa Saja Perlindungan Hukum Atas Saksi?

Berdasarkan pasal 1 Undang-Undang nomor 13 tahun 2006 tentang perlindungan saksi (selanjutnya disebut UU Perlindungan Saksi), menyatakan bahwa seorang saksi dan korban berhak antara lain untuk memperoleh perlindungan atas keamanan pribadi, keluarga dan harta bendanya, serta bebas dari ancaman yang berkenaan dengan kesaksian yang akan, sedang, atau telah diberikannya.

Apabila saksi tidak dapat menghadiri sidang dikarenakan adanya teror/intimidasi, pada pasal 9 ayat (1) UU Perlindungan Saksi yaitu saksi dan/atau korban yang merasa dirinya berada dalam ancaman yang sangat besar, atas persetujuan hakim dapat memberikan kesaksian tanpa hadir langsung di pengadilan tempat perkara tersebut sedang diperiksa. Saksi dan/atau korban dapat memberikan kesaksiannya secara tertulis yang disampaikan dihadapan pejabat yang berwenang dan membubuhkan tanda tangannya pada berita acara yang memuat tentang kesaksian tersebut atau saksi dan/atau korban dapat pula didengar kesaksiannya secara langsung melalui sarana elektronik dengan didampingi oleh pejabat yang berwenang.

Jika anda memerlukan penjelasan lebih lanjut, silakan hubungi kami di 081287286164 (Telp, sms, WhatsApp, Telegram). Terima Kasih, Semoga Berguna.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.