Apa Saja Pengecualian Saksi dalam KUHAP?

Pengecualian yang membebaskan seseorang dari kewajiban menjadi saksi, yakni :

  1. Orang yang dapat mengundurkan diri (pasal 168 & 169 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana (selanjutnya disebut KUHAP)), disebabkan ada faktor hubungan kekeluargaan sedarah atau semenda antara terdakwa dan saksi. Akan tetapi jika orang tersebut menghendaki untuk diperiksa sebagai saksi memberi keterangan dengan sumpah, kehendak mereka untuk menjadi saksi baru dapat terlaksana dengan syarat apabila penuntut umum serta terdakwa secara tegas menyetujuinya.
  2. Orang yang dapat minta dibebaskan menjadi saksi (pasal 170 KUHAP), disebabkan seseorang dapat minta dibebaskan menjadi saksi karena beberapa alasan, yakni karena pekerjaan, harkat martabat atau karena jabatannya diwajibkan menyimpan rahasia.
  3. Orang yang dilarang diperiksa sebagai saksi (pasal 171 ayat 1 KUHAP), disebabkan anak yang belum berumur 15 tahun dan belum pernah kawin serta orang yang sakit ingatan atau sakit jiwa meskipun kadang-kadang ingatannya baik kembali.

Jika anda memerlukan penjelasan lebih lanjut, silakan hubungi kami di 081287286164 (Telp, sms, WhatsApp, Telegram). Terima Kasih, Semoga Berguna.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.