Apa yang dimaksud dengan Penahanan dan masa tahanan?

Perintah penahanan yang dilakukan terhadap tersangka atau terdakwa harus berdasarkan pada alasan yang jelas, yakni tersangka atau terdakwa diduga keras melakukan tindak pidana dan dugaan tersebut berdasarkan bukti yang cukup serta adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka atau terdakwa akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulang tindak pidana (pasal 21 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana).

Mengenai lamanya pengadilan berhak menahan terdakwa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang tingkat penahanan yaitu :

  • Penahanan di kepolisian oleh penyidik max 20 hari dan dapat diperpanjang oleh penuntut umum max 40 hari.
  • Penahanan di kejaksaan oleh penuntut umum max 20 hari dan dapat diperpanjang oleh ketua pengadilan negeri max 30 hari.
  • Penahanan di pengadilan negeri oleh hakim pengadilan negeri max 30 hari dan dapat diperpanjang oleh ketua pengadilan negeri max 60 hari.
  • Penahanan di pengadilan tinggi oleh hakim pengadilan tinggi max 30 hari dan dapat diperpanjang oleh ketua pengadilan tinggi max 60 hari.
  • Penahanan di mahkamah agung oleh hakim mahkamah agung max 50 hari dan dapat diperpanjang oleh ketua mahkamah agung max 60 hari.

Penggunaan wewenang perpanjangan waktu penahanan itu harus secara bertahap dan bertanggung jawab. Dalam penahanan yang diperpanjang ini, tidak menutup kemungkinan bahwa tersangka atau terdakwa dikeluarkan sebelum habis waktu penahanannya, sebab tidak perlu ditahan lagi. Jika waktu perpanjangan waktu penahanan yang ke 60 hari tersebut telah habis walaupun pemeriksaan perkaranya belum selesai maka tersangka atau terdakwa harus segera dikeluarkan dari tahanan demi hukum.

Jika anda memerlukan penjelasan lebih lanjut, silakan hubungi kami di 081287286164 (Telp, sms, WhatsApp, Telegram). Terima Kasih, Semoga Berguna.

Translate »
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.